Kamis, 13 Oktober 2011

fitokimia



     1. Prinsip ekstraksi
a.       Prinsip Maserasi
Sampel/simplisia direndam dengan pelarut, pelarut akan masuk ke dalam sel lewat dinding sel (sifat permiabel) secara osmosis, melarutkan isi sel (konsentrasi larutan dalam sel berbeda dengan luar sel), terjadi proses difusi (kons. tinggi mengalir ke kons. rendah).
b.    Prinsip Perkolasi
Simplisia ditempatkan dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan tekanan penyari dari cairan di atasnya dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan gerakan ke bawah.
c.    Prinsip Soxhletasi
Serbuk simplisia ditempatkan dalam selongsong yang dilapisi dengan kertas saring dan cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga cairan penyari menguap melalui pipa samping sampai ke kondensor bulat dan akan mengalami kondensasi atau pengembunan menjadi cairan penyari kembali yang jatuh ke dalam selongsong sehinggga menyari zat kimia dari simplisia dan ekstraknya akan masuk ke labu alas bulat melalui pipa sifon. Siklus ini terus berlangsung hingga terjadi proses ekstraksi zat kimia dalam simplisia menjadi sempurna yang ditandai dengan cairan penyari yang ada dalam pipa sifon menjadi bening atau biasanya 20-25 kali sirkulasi.

d.   Prinsip Refluks
Pemanasan bersama-sama serbuk simplisia dan cairan penyari di dalam labu alas bulat sehingga cairan penyari akan menguap dan uapnya akan masuk ke kondensor bola dan akan mengalami kondensasi (pengembunan) turun ke labu alas bulat dan menyari kembali simplisia. Proses ekstraksi ini dilakukan selama 3 x 4 jam dimana cairan penyarinya diganti dengan cairan penyari yang sama sebelumnya.
e.       Prinsip Destilasi Uap Air
Pemanasan terhadap serbuk simplisia dan cairan penyari yaitu air yang ditempatkan dalam bejana yang berbeda sehingga air akan menguap dan uapnya akan masuk ke dalam labu sampel dan akan mengekstraksi minyak menguap. Selanjutnya minyak menguap akan terbawa bersama uap air sampai di kondensor dan mengalami kondensasi (pengembunan) dan turun melalui pipa alonga masuk ke dalam corong pisah dan akan memisah antara air dan minyak menguap.
     2. Prinsip Rotavapor
Proses penguapan ekstrak dengan pemanasan yang dipercepat dengan adanya pompa vakum dimana pelarut akan menguap pada suhu 5°-10­ÂșC di bawah titik didihnya pelarut yang digunakan, uap yang keluar terhisap masuk ke dalam kondensor kemudian terjadi kondensasi dan menetes ke labu penampung.
     3. Prinsip Ekstraksi Cair-Cair
Pemisahan komponen kimia baik yang bersifat nonpolar maupun polar, dengan menggunakan dua cairan penyari yang tidak saling bercampur dimana komponen kimia akan terdistribusi ke masing-masing cairan penyari sesuai dengan tingkat kepolaran dan afinitasnya terhadap cairan penyari tersebut.
     4. Prinsip Ekstraksi Cair-Padat
Pemisahan komponen kimia yang terdapat dalam tumbuhan baik yang bersifat polar maupun nonpolar dengan menggunakan satu cairan penyari dimana komponen kimia akan terpisah berdasarkan pada perbedaan kelarutan dalam cairan penyari tersebut.
     5. Prinsip Kromatografi Lapis Tipis
Pemisahan komponen kimia berdasarkan prinsip adsorbsi dan partisi dimana komponen kimia akan terpisah berdasarkan perbedaan afinitas senyawa terhadap fase gerak dan fase diam.
     6. Prinsip Penampakan Noda
         a.   Pada Sinar UV 254 nm
Pendeteksian senyawa kimia berdasarkan pada absorbsi panjang gelombang tertentu dari gugus kromofor senyawa dimana senyawa akan tampak sebagai bercak berwarna gelap dengan latar belakang yang bersinar.
         b.  Pada Sinar UV 366 nm
Pendeteksian senyawa kimia berdasarkan absorbsi panjang gelombang tertentu dari gugus kromofor senyawa dimana senyawa akan tampak sebagai bercak yang berfluoresensi dengan intensitas dan warna yang berbeda-beda.
         c.   Pereaksi Semprot H2SO4 10%
Pendeteksian senyawa kimia berdasarkan interaksi antara gugus kromofor senyawa dengan gugus auksokrom dari asam sulfat. Proses ini dibantu dengan adanya pemanasan yang menyebabkan terjadinya pemutusan ikatan rangkap senyawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar